11 November 2009

Nigeria ; Wajah Ekonomi, Sosial, dan Politik Negara Kaya Minyak yang Miskin

Posted in Uncategorized tagged , , , , , at 17:41 oleh petikdua

nigeria-flag

 

Nigeria adalah sebuah negara di daerah Barat Afrika dan dikelilingi oleh Niger di utara, Kamerun di Timur, Benin di Barat, dan Chad di sebelah timur laut yang meraih kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1960. Pasca kemerdekaannya, Nigeria diharapkan dapat tumbuh menjadi sebuah negara yang mandiri, mengingat potensi baik Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang dimilikinya cukup menjanjikan. Namun, dalam aplikasinya ternyata tidak semudah seperti apa yang ada dalam bayangan. Banyak kemudian permasalahan yang timbul pasca kemerdekaan baik yang sudah berakar sejak zaman kolonialisasi maupun yang baru muncul pada masa pemerintahan Nigeria yang telah merdeka.

Beberapa permasalahan yang timbul pasca kemerdekaan Nigeria saya bagi dalam tiga bidang besar, yakni Ekonomi, Politik, dan Sosial. Ketiga bidang ini adalah bidang inti yang kemudian berdampak pada sektor lain dalam interaksi politik, ekonomi, dan social Nigeria baik domestic negara maupun dalam melakukan hubungan dengan negara lain.

Ekonomi

Sektor pemasukan sentral Nigeria sebenarnya adalah bidang ekonomi pertanian dimana masyarakatnya lebih banyak bertani dan berkebun untuk kemudian menghasilkan pangan yang selain digunakan untuk konsumsi pribadi juga untuk diperdagangkan. Namun, sejak 1960-an, Pemerintah Nigeria terdesak untuk membayar pajak yang tinggi pada pemerintah Kolonial sehingga menekan mereka untuk mengubah sektor ekonomi dari bidang pertanian pangan ke bidang yang dianggap lebih menguntungkan secara profit.

Nigeria pun terdesakn dan disarankan oleh pihak kolonial untuk membuka sektor ekonominya selebar mungkin untuk investasi asing. Karena dengan investasi asing, maka akan mendokrak perekonomian domestic. Hal ini lah yang kemudian menjadi doktrin bagi Nigeria dari negara koloninya.

Pihak asing kemudian melihat peluang yang sangat besar dalam bidang tambang di Delta Niger yang belum terolah dengan baik. Pada tahun 1960-1970, dibentuklah kerja sama untuk kemudian mengolah lebih lanjut Delta Niger sebagai tambang minyak yang cukup menghasilkan antara pemerintahan Nigeria dan pihak korporasi asing seperti Royal Dutch Shell dan Exxon Mobil. Terdapat sangat banyak manipulasi yang berujung pada praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam proyek kerja sama dalam bidang tambang ini yang jelas sangat merugikan warga negara Nigeria pada umumnya.

Pihak pemerintah dan korporasi asing kebanyakan memanfaatkan konflik internal etnis setempat di Nigeria untuk kemudian melakukan proses pembebasan lahan yang tentunya lebih murah daripada melakukan transaksi yang bersifat formal terhadap masyarakat setempat yang memiliki tanah tersebut. Proyek pertambangan ini kemudian terbukti dapat mendongkrak pendapatan Nigeria secara keseluruhan. Namun, kebanyakan hasil tambang ini digelapkan oleh pemerintah terkait yang masih menganut budaya korupsi. Sehingga Nigeria lebih terkenal dengan sebutan Negara kaya minyak yang miskin.

Pemahaman bahwa sektor pertambangan memberikan janji pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari sektor lain member dampak pada bagaimana pemerintah Nigeria itu sendiri memandang perekonomian. Sektor Agrikultur yang tadinya juga merupakan salah satu focus utama mulai di-anak tiri-kan. Sektor pertambangan member dampak negative pada struktur tanah setempat yang kemudian berdampak pada tidak mendukungnya potensi-potensi pertanian tadi untuk kemudian diolah lebih lanjut menjadi sebuah hasil tani.

Karena terlalu memusatkan perhatian pada delta niger, pemerintah Nigeria kemudian tidak memperhatikan sektor agrikultur lagi. sehingga Nigeria harus mengimpor beras untuk memberi makan rakyatnya. Tercatat pada tahun 2005, Nigeria menjadi negara kelima di dunia yang melakukan impor beras[1].

Dalam hal korupsi, ternyata sipil dan militer sama serakahnya. Misalnya, jenderal Sani Albacha yang berkuasa melalui kudeta 1993 meninggal mendadak pada tahun 1998. Media internasional memberitakan[2] bahwa dalam 5 tahun berkuasa, Abacha mengumpulkan kekayaan 3 miliar dollar AS. Di beberapa bank di Swiss misalnya, didapati sebuah deposito atas nama anaknya sebesar 650 juta USD.

Beberapa hal tersebut di atas lah yang kemudian memicu terjadinya kesenjangan ekonomi karena proses ekonomi dan keunntungannya di Nigeria ternyata hanya menjadi milik beberapa orang/pihak saja. Masih dominannya paham-paham untuk lebih mengedepankan kepentingan kelompok daripada kepentingan negara juga menjadi salah satu faktor utama keterbelakangan ekonomi yang terjadi di Nigeria.

Politik

Setelah mendapatkan kemerdekaannya pada 1 Oktober 1961, Nigeria kemudian berada di bawah rezim pemerintahan militer yang otoriter. Bayangan akan kebebasan dari suatu kemerdekaan sempat menjadi motivasi utama bagi masyarakat Nigeria untuk memperjuangkan semangat nasionalismenya. Adanya harapan akan pembagian yang imbang antar ruang lingkup kerja pemerintah federal dan pemerintah daerah diahrapkan menjadi suatu contoh dan harapan awala akan adanya demokrasi parlementer yang seimbang dan adil.

Namun, dalam kenyataanya ternyata sangat berbeda. Banyak kemudian politisi negar ayang saling berebut kekuasaan dan saling mengejar keuntungan. Dari tingkat menteri federal hingga pejabat desa menggunakan otoritasnya masing-maisng untuk kepentingannya sendiri atau kelompoknya dan bahkan merugikan kelompok lain.Pekerjaan, kontrak, pinjaman, bahkan beasiswa diberikan pada kelompoknya sendiri. Dalam waktu yang singkat, pemerintahan Nigeria berkembang menjadi pemerintahan yang korup. Demokrasi yang sesuai dengan harapan negara pun jelas sudah salah arah.

Selama kurun waktu 1960-an hingga 1990-an, pemerintahan Nigeria diwarnai oleh percobaan kudeta militer dan pelaksanaan politis yang tidak mewakili aspirasi masyarakat. Pemerintah yang seharusnya berkewajiban memperhatikan kesejahteraan rakyat seakan disibukkan dengan hasratnya untuk memegang kekuasaan dan untuk mengambil keuntungan dari kekuasaan yang dipegangnya. Hal ini lah yang memicu jalan di tempatnya sistem pemerintahan Nigeria dan membuat rakyat tidak bisa keluar dari kerangkeng ketidaksejahteraan.

Pada tahun 1999, sebuah konstitusi diadopsi. Dalam konstitusi ini disebutkan bahwa Nigeria adalah sebuah negara Federal dengan Demokratisasi di mana akan dilaksanakan sistem pemilihan umum untuk memilih pemerintahan. Dalam konstitusi juga disebutkan bahwa pemerintahan Nigeria terbentuk dari pembagian wilayah-wilayah kekuasaan yakni legislative, eksekutif, dan yudikatif. Konstitusi yang dimaksudkan juga menjamin kebebasan warga negara Nigeria dalam menganut paham dan kepercayaan/agama, melarang adanya diskriminasi antaretnis, agama, jenis kelamin, dan kampung halaman.

Adapun beberapa keterlibatan Nigeria dalam beberapa Organisasi internasional diantarnya UN, British Commonwealth of Nation (1995-1999), OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries, WTO, IMF, Non Aligned Movements (NAM / Gerakan Non-Blok), AU, dan ECOWAS (Economic Committee of West African States).

Sosial

Hingga sensus penduduk tahun 2007, Nigeria menjadi negara yang memiliki penduduk yang sangat padat di wilayah Afrika.  Untuk data mengenai penduduk Nigeria dapat dilihat pada table berikut:

 

Population 135,031,160 (2007 estimate)
Population density 148 persons per sq km
384 persons per sq mi (2007 estimate)
Urban population distribution 48 percent (2005 estimate)
Rural population distribution 52 percent (2005 estimate)
Largest cities, with population Lagos, 11,100,000 (2005 estimate)
Ibadan, 1,731,000 (2000 estimate)
Ogbomosho, 711,900 (1995 estimate)
Official language English
Chief religious affiliations Muslim, 50 percent
Christian, 40 percent
Indigenous beliefs, 10 percent
Life expectancy 47.4 years (2007 estimate)
Infant mortality rate 96 deaths per 1,000 live births (2007 estimate)
Literacy rate 70.7 percent (2005 estimate)

Table 1 .  People of Nigeria[3]

 

Melihat pada data di atas, penduduk yang banyak tentu tidak selamanya berdampak positif pada negara yang bersangkutan. Untuk kasus Nigeria, jumlah penduduk yang banyak selain menambah permasalahan pada masalah kependudukan dan pemanfaatan sumberdaya manusia, juga memberi masalah pada keragaman sektor kebudayaan penduduk. Penduduk yang banyak tentu berasal dari kelompok-kelompok masyarakat yang beragam dan latar belakang budaya yang berbeda-beda pula. Banyaknya kelompok yang beragam latar belakang kebudayaan ini kemudian member tantangan tersendiri bagi pemerintahan Nigeria untuk membangun paham Nasionalisme masyaraktnya. Mengingat betapa besarnya pengaruh budaya dalam suatu kelompok masyarakat khususnya di negara-negara berkembang seperti Nigeria. Hal ini lah yang kemudian dapat memicu adanya konflik kesukuan yang menjadi Pekerjaan Rumah bagi pemerintahan Nigeria sejak merdeka hingga saat ini dan belum tercapai solusi yang efektif.

Adanya perbandingan agama yang cukup seimbang antara Islam dan Kristen juga member sumbangsih besar. Di wilayah utara Nigeria, paham Islam sangat kuat karena mendapat pengaruh dari negara-negara di kawasan Utara Afrika. Sedangkan paham Kristen masuk ke wilayah ini dari daerah Selatan. Kerap kali masing-masing kelompok ini ingin menggunakan hukum agamanya masing-masing untuk diterapkan secara merata di seluruh Nigeria. Namun, hal tersebut bukan merupakan suatu hal yang mungkin, mengingat terdapatnya perbedaan yang signifikan dalam hal kepercayaan.

Sumber Daya Alam secara geografis terdapat lebih banyak di wilayah selatan Nigeria. Mengingat interaksi perdagangan di wilayah selatan yang merupakan wilayah pantai lebih intens. Hal ini kemudian memicu terjadinya kesenjangan ekonomi anatara wilayah selatan Nigeria dan wilayah utara Nigeria. Wilayah utara Nigeria merupakan wilayah dengan kemiskinan akut di Nigeria. Banyak analis yang memandang akar masalah di wilayah ini adalah kemiskinan yang mendorong munculnya militansi.

***

Demikian lah berbagai permasalahan yang dihadapi Nigeria selama menjadi sebuah negara yang merdeka sejak 1 Oktober 1961. Beberapa permasalahan yang pada umumnya memang dirasakan oleh negara yang berkembang. Meski terlihat banyak sekali permasalahan yang dihadapi Nigeria, tapi menurut saya, dari permasalahan tersebutlah Nigeria dapat belajar untuk menjadi lebih baik. Dari pada makmur tapi berada di bawah pemerintahan kekuasaan lain, lebih baik bersusah-susah tapi dalam kebebasan dan kedaulatan negara, dan tetap belajar untuk menjadi negara yang lebih baik.


[1] Bayu Krisnamurthi, 2003, “Perum Bulog dan Kebijakan Pangan Indonesia : Kendaraan Tanpa Tujuan?”, table 1

[2] Dr. Abdul Hadi Adnan, 2008, Perkembangan Hubungan Internasional di Afrika, CV. Angkasa : Bandung – hal 72

[3] Encarta 2009

About these ads

13 Komentar »

  1. musikdanfilm said,

    Terima kasih informasinya

  2. Ruth Liu said,

    Wah, sama aja tuh kayak indonesia, ribut melulu islam dan kristen nya,.. He3

  3. Lim A Pou said,

    Nice…jarang2 ada yg nulis tema Afrika…terima kasih ^_^

  4. Diah Prawiro said,

    ternyata org nigeria banyak yang muslim, kirain,,,, :)

    • petikdua said,

      iya.. Banyak data yang menunjukkan, kalau justru dsana itu adalah salah satu wilayah yang berpotensi untuk mengalami peningkatan jumlah umat muslim.. Dalam penelitian “The Future of Global Muslim Population”, diprediksikan bahwa jumlah umat muslim di Nigeria justru akan melampaui jumlah umat muslim di Mesir 20 tahun mendatang.. :) thanks for the attention..

  5. Falsafah yang dianut nigeria apa yah?

    • petikdua said,

      maafkan. ada banyak hal yang membuat produktivitas tulisan di sini lama tidur. masih berminat diskusi lebih lanjut? falsafah yang anda maksud seperti apa?

  6. Thiwy said,

    Thank u so muchh atz info.x yagh ?

  7. Marthalia said,

    Negara kaya minyak yang miskin.. the same thing happen to Indonesia.. Rich but poor by corruption..

  8. Having read this I believed it was rather enlightening. I appreciate
    you spending some time and effort to put this informative article together.
    I once again find myself spending a lot of time both reading and leaving
    comments. But so what, it was still worthwhile!

  9. Tama said,

    Terima Kasih Atas Ilmu Yang Kakak Bagi Ini, Jarang2 Ada Orang Yang Baik! Semoga Ilmu Ini Bermanfaat Bagi Orang Banyak~ (y)

  10. ananda e pribadi said,

    thank”s dah bantu gue

  11. terima kasih, berkat ilmunya, aku dapat mengerjakan tugas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

huruf kecil

saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus.

ishaksalim

Just another WordPress.com site

jembatan merah

sejarah-budaya-pembangunan

kata.cerita.kita

karena tulisan itu selalu bersuara dengan tintanya, meski kita sudah tiada

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: