18 November 2009

Holocaust dan Israel

Posted in Uncategorized pada 13:19 oleh petikdua

Pada era 1800-an, tidak ada Negara yang bernama Israel. Saat itu, ras Yahudi, yang kemudian menjadi ras mayoritas dari penduduk Isrel,, hidup tersebar di sejumlah Negara di Benua Eropa. Kemudian, pada akhir era 1890-an, sebuah gerakan bernama Zionis dibentuk oleh Kaum Yahudi peranakan Eropa. Mereka, bangsa Yahudi yang tadinya hidup tersebar-sebar, kemudian mulai berimigrasi ke satu tempat, Palestine. Imigrasi ras Yahudi itu pun terus berlangsung, hingga pada tahun 1914, pada masa Perang Dunia I, diyakini terdapat sekitar 85000 kaum Yahudi yang bermukim di Palestina. Sementara itu, imperium Usmani, sebbuah rezim yang berkuasa di Palestina, semakin terdesak karena adanya penjajahan yang dilakukan oleh Inggris.
Pada gilirannya, Imperium Usmani pun runtuh. Palestina selanjutnya jatuh ke tangan Inggris, dengan status sebagai wilayah teritori di bawah mandat kerajaan Inggris. Perlu kita ketahui bersama pula, bahwa jauh-jauh hari sebelum penaklukan Negara Plestina oleh Inggris, Inggris telah mendukung lebih dulu atas pembentukan Negara Yahudi di Palestina. Bahkan dukungan itu jelas dapat kita lihat pada Deklarasi Balfour pada tahun 1917.
Pada beberapa sumber, sempat dikatakan bahwa diberikannya sebagian wilayah Palestina oleh Kerajaan Inggris pada bangsa Yahudi yang kemudian mendirikan sebuah Negara Israel memang telah direncanakan sejak jauh hari. Konon kabarnya, terdapat seorang ahli biologi yang berlatar belakang ras Yahudi yang tinggal di Inggris. Ahli ini pada suatu waktu menemukan sebuah molekul yang sangat penting dan dibutuhkan oleh pemerintahan Inggris pada masa itu. Sehingga penemuannya adalah sebuah hal yang mencengangkan dan sekaligus menggembirakan bagi Kerajaan Inggris. Karena sangat bahagia, Kerajaan Inggris pun menawarkan berbagai macam imbalan untuk ahli ini, tapi semua hal yang ditawarkannya kemudian ditolak mentah-mentah. Ahli ini memiliki impian untuk menyatukan kaumnya di satu tempat, di tanah yang telah dijanjikan bagi ras mereka, Yahudi, oleh Tuhan mereka, di tanah Palestine. Berhubung Palestina saat itu berada dalam kekuasaan Negara Inggris, maka Inggris pun memberikan sebagian wilayah Palestina untuk dapat ditinggali secara damai oleh Ras Yahudi sebagai rasa terima kasih pada ilmuan tadi dan penemuaanya. Proses pemberian sebagian wilayah Palestina ini pun selama ini kita kenal dalam Deklarasi Balfour 1917.
Satu hal yang perlu diingat, pada saat itu, ketika Inggris dan PBB mengakui eksistensi sebuah Negara bernama Israel di tanah Palestine, luas wilayah yang disepakati bersama dalam Deklarasi Balfour tidak seluas apa yang saat ini kita lihat sebagai wilayah Israel dalam peta dunia. Jelas disini dapat kita amati bersama bahwa masyarakat Israel mengambil wilayah Palestina perlahan tapi pasti hingga jika kita lihat peta dunia saat ini, sungguuh memprihatinkan, wilayah palestina semakin tak terdefinisikan oleh penglihatan dalam peta dunia dan wilayah Israel, sangat luas. Sebauh pencaplokan wilayah yang jelas illegal dan kita, masyarakt dunia, diam saja melihat penindasan yang kasat mata ini. Rakyat Palestina diusir dari rumah mereka sendiri, sangat memprihatinkan.
Pada tahun 1939, Perang Dunia II mulai meletus di Eropa. Saat itu Hitler, pemimpin tertinggi Nazi, mencetuskan cita-cita untuk ,menguasai dunia. Sekaligus melakukan pemusnahan terhadap ras-ras yang dianggapnya sebagai ras rendahan. Salah satunya termasuklah Yahudi, satu ras yang sangat dia benci. Akhirnya, melalui sejumlah kebijakan, Nazi melakukan pembunuhan dan pembantaian terhadap kaum Yahudi yang tersebar di Eropa, termasuk Jerman sendiri. Nazi bersumpah untuk menaklukkan ras Yahudi dari muka bumi. Mereka disiksa di kamp-kamp konsentrasi Nazi, diperlakukan tidak manusiawi, hingga akhirnya mati secara perlahan. Kabarnya, 6 juta jiwa pihak Yahudi menjdai korban atas peristiwa tersebut, oleh beberapa pihak, fenomena ini kemudian terkenal dengan sebutan Holocaust. Melihat kondisi tersbut, banyak orang Yahudi yang memutuskan diri untuk menghindar dari tanah Eropa. Demi kelangsungan generasinya, mereka memutuskan untuk berimigrasi ke berbagai Negara. Sebagian besarnya memilih untuk berimigrasi ke tanah Palestina. Dengan demikian, jumlah kaum yahudi di tanah Plestina kian bertambah banyak.
Selanjutnya, pertumbuhan jumlah kaum Yahudi di tanah Pelstina kian meningkat. Meski pada kenyataannya mereka harus berperang dengan penduduk local Palestina. Dalam perjalannya, fenomena dan istilah Holocaust menjadi alasan yang kian mendorong kaum Yahudi untuk mendirikan Negara Yahudi di Palestina. Konflik pun meletus, kaum Yahudi harus tetap bertempur melawan kaum local Palestina, demi mewujudkan cita-citanya. Pada gilirannya, Inggris turun tangan untuk menyelasaikan perang yang tengah berkecamuk di Tanah Palestina. Akhirnya pada tahun 1947, Inggris menyerahkan masalah ini ke tangan PBB. Maka pada 29 November 1947, Sidang umum yang digelar PBB menyepakati, untuk membagi Palestina menjadi dua wilayah, Arab dan Yahudi. Penduduk local Palestina jelas menolak solusi tersebut, dengan anggapan bahwa suatu saat kaum Yahudi akan tetap melakukan ekspansi wilayah dan akhirnya mengusir penduduk local dari tanah kelahirannya, Palestina. Perang dan pertempuran antara penduduk local dan kaum Yahudi terus berlanjut. Hingga akhirnya, negara kaum Yahudi, Zionis, yang diimpikan itu pun terbentuk pda 14 mei 1948. Negara yang bernama Israel kemudian berdiri di bawah pimpinan David Ben Gurion.
Fenomena ini lah yang kemudian dipegang oleh Ahmadinejad untuk menentang kebenaran dari fenomena Holocaust. Namun, pada beberapa refrensi, fenomena ini diyakini betul keberadaanya, diyakini keberadaannya yang penuh kontroversi saat itu. Konon kabarnya, instruksi untuk menghabiskan ras Yahudi itu bukan 100% dikeluarkan oleh Adolf Hitler, tapi berkat bisikan orang kepercayaannya yang berhasil meyakinkan Hitler bahwa ras Yahudi tergolong salah satu ras yang patut ditaklukkan jika Hitler hendak menguasai dunia. Fakta yang mencengangkan, bahwa ternyata, pihak kepercayaan Hitler yang menyarankan Hitler untuk membantai habis ras Yahudi ternyata juga adalah ras Yahudi. Niatnya untuk membantai habis ras Yahudi pada masa Hitler ini adalah sebuah langkah awal yang dia gunakan untuk membentuk wacana internasional tentang umat Yahudi. Jika ras yahudi dibantai pada masa Hitler, jelas orang Yahudi disini adalah korban, sehingga jika wacana ini kemudian dimunculkan kembali di masa yang akan datang, pada masa sekarang misalnya, maka kita akan menaruh rasa kasihan dan prihatin yang besar pada umat Yahudi. Sebuah konspirasi yang sangat besar yang direncanakan umat Yahudi.
Pada masa itu, dimana Nazi membantai umat Yahudi, memang benar terjadi pembantaian, namun ternyata dibalik pembantaian itu terdapat rencana yang sangat keji dan manipulasi di berbagai sector. Sekarang, tinggal bagaimana kita memegang dan mempertahankan kebenaran yang kita punya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

huruf kecil

saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus.

ishaksalim

Just another WordPress.com site

jembatan merah

sejarah-budaya-pembangunan

kata.cerita.kita

karena tulisan itu selalu bersuara dengan tintanya, meski kita sudah tiada

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: