18 November 2009

Pandangan tentang Konflik dan Analisisnya

Posted in Uncategorized tagged pada 13:13 oleh petikdua

Konflik menurut teori dan konsep terdiri dari dua pandangan yakni dari pandangan tradisional tentang konflik dan pandangan kontemporer tentag konflik.
Adapun pandangan tradisional tentang konflik, yaitu:
a. Conflict, by and large is bad, and should be eliminated and reduced.
b. Conflict need not occur.
c. Conflict result from breakdowns in communication and lack of understanding, trust, and openless, between states.
d. People are essentially good, trust, cooperation, and goodness are given in human nature.
Sedangkan pandangan kontemporer tentang konflik, yaitu :
a. Conflict is good and should be encouraged; conflict must be regulated, however, so that it doesn’t out of hand.
b. Conflict is inevitable.
c. Conflict results from a struggle for limited rewards, competition, and potential frustration of goals condition that are natural in organization.
d. People are not essentially bad, but are nevertheless driven by achievement self seeking and competitive interest.
Setelah mengetahui kedua pandangan tentang konflik di atas, menurut saya pandangan yang saat ini sangat tepat dipahami dan dipakai sebagai pisau analisis untuk mengkaji lebih dalam tentang konflik adalah pandangan-pandangan kontemporer tntang konflik. Berikutnya, saya akan coba menganalisis lebih jauh tentang pandangan-pandangan ini dan memberikan beberapa bukti realita yang dapat meyakinkan dan memahamkan kita bahwa pandangan kontemporerlah yang paling tepat untuk memahami konflik dewasa ini.
Conflict is good and should be encouraged; conflict must be regulated, however, so that it doesn’t out of hand
(Konflik itu baik dan seharusnya dipupuk dan tertata baik, agar bagaimanapun, tidak diluar kendali kita)
Bagi sebagian orang, ketika mendengar konflik, yang ada dipikirannya adalah suatu keadaan yang tidak aman dan tidak pernah diharapkan bagi siapa pun. Namun, tanpa kita sadari, pada dasarnya konflik itu baik. Bahkan menurut pandangan kontemporer tentang konflik, selain harus dipupuk, dalam berkonflik kita juga harus tertata baik. Konflik itu harus tertata baik agar kita sebagai pihak yang tengah berada di tengah konflik masih bisa menanganinya dan masih bisa mengendalikannya. Jadi, untuk pandangan kontemporer ini, konflik sebaiknya adalah sebuah hal yang tidak dihindari, karena dengan berkonflik, kita akan belajar bagaimana bisa berdamai.
Sebagai bukti misalnya, Indonesia. Indonesia dalam memproklamirkan kemerdekaannya, bekonflik dengan pihak penjajah seperti Jepang. Namun, dengan diproklamasikannya kemerdakaan Republik Indonesia, bukan berarti konflik pun berakhir, melainkan ternyata Indonesia mendapatkan lagi cobaan dengan munculnya G30SPKI, selain itu juga ternyata masih ada Agresi Militer Belanda. Rantaian konflik yang masih saja timbul ini bukannya melemahkan Indonesia melainkan malah member Indonesia ruang untuk belajar lagi dan memberikan Indonesia pengalaman bagaimana sebaiknya menangani konflik seperti itu. Untuk hal seperti inlah yang dikatakan bahwa konflik itu baik dan sebaiknya dipupuk asal tidak diluar kendali aktr-aktornya.
Conflict is inevitable
(Konflik tidak dapat dihindari)
Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang memiliki kemampuan untuk berfikir dalam keadaan sadar. Dan setiap detik dari hidup kita, kecuali tidur tentu, adalah keadaan yang sadar. Keadaan yang member kita potensi lebih untuk berfikir dan ketika kita berfikir, tentu akan selalu ada pergolakan batin dalam hati dan pikiran kita akan setiap hal yang kita citra. Nah, pergolakan batin seperti inlah yang disebut konflik. Dan konflik ini akan selalu ada selama kita masih sadar dan terus berfikir dan selama kita masih menjalin komunikasi dengan manusia lain, mengingat peluang munculnya konflik yang terbesar juga melalui interaksi.
Contoh misalnya, bagi kita para wanita, apabila hendak keluar rumah, tentu ada pikiran-pikiran dalam hati tentang baju apa yang sebaiknya kita pakai, sepatu apa yang sebaiknya kita pakai, dan ketika sudah berada di luar dan bertemu dengan banyak orang, ada lagi pegolakan seperti bagaimana sebaiknya saya bersikap dalam komunitas ini, apa yang sebaiknya saya katakana kepada dia, dan apabila kita sampai pada keputusan untuk berkomunikasi dengan cara yang tidak disenangi komunikan kita, maka tentu akan timbul ketidakenakan antar kita dan komunikan kita. Nah, ini semua lah yang dikatakan dengan konflik. Dan setiap hal ini ada dalam keseharian kita, karena itu konflik sungguh tak dapat kita hindari selama kita masih hidup dlam bermasyarakat.
Conflict results from a struggle for limited rewards, competition, and potential frustration of goals condition that are natural in organization.
(Konflik berasal dari usaha untuk mendapatkan suatu hal atau keuntungan terbatas, kompetisi, dan suatu keadaan yang berpotensi gagal yang pada umumnya terjadi dalam setiap organisasi.
Hidup ini tentu memiliki tujuan dan tujuan itu tentu adalah suatu hal yang perlu dan pantas untuk diperjuangkan. Semakin terbatas tujuan yang ingin kita dapatkan, maka akan semakin banyak pihak yang berjuang memperoleh tujuan tersebut. Sehingga terjadilah proses perebutan tujuan dalam hal ini kompetisi. Proses perebutan hasil dalam sebuah kompetisi inilah yang disebut konflik karena terdapat persaiangan antar siapa untuk mendapatkan apa.
Misalnya saja perebutan wilayah antara Israel dan Palestina. Kedua pihak ini tengah berkonflik dalam sebuah kompetisi dalam memperebutkan wilayah yang terbatas dan berharga sifatnya karena memiliki nilai sejarah yang berarti bagi msing-masing kaum. Karena berawal dari perebutan wilayah yang kemudian menjadi kompetisi terbuka, mka muncullah konflik diantara mereka.
People are not essentially bad, but are nevertheless driven by achievement self seeking and competitive interest.
(Manusia itu pada dasarnya tidak buruk, namun demikian kadang memiliki hasrat-hasrat untuk mempertahankan diri dan mandiri juga keinginan untuk berkompetisi)
Pada dasarnya manusia adalah baik, karena oleh Tuhan, manusia diberi anugrah akal untuk keudian menimbang baik dan buruknya suatu hal. Sehingga, hanya orang yang tidak berakal lah yang melakukan suatu kebodohan dan kesalahan dengan sengaja sehingga menimbulkan konflik. Kembali lagi, pada dasarnya manusia memang tidak buruk, tapi manusia memiliki pemahman dalam diri mereka masing-masing untuk selalu melakukan yang terbaik untuk setiap hal. Sikap yang seperti ini lah jika tidak dijaga dengan baik maka akan dengan sikap egois untuk mau menang sendiri dan pda akhirnya jika tidak dijaga dengan baik, maka akan bermuara pada suatu sikap iri hati dan memicu timbulnya konflik. Hal ini tidak hanya berlaku bagi individu saja, tetapi juga masyarakat, kelompok massa, bahkan negara.
Hal ini bisa dilihat dari bagaimana Amerika Serikat dengan tujuannya yang sangat mulia yakni untuk mewujudkan sebuah tatanan dunia yang damai. Karena memang memiliki potensi yang lebih daripada yang lain di dunia internasional, maka secara tidak langsung Amerika pun bisa dikatakan adalah polisi dunia. Meski memiliki tujuan awal yang sangat mulia, namun dlam praktiknya, munculnya kadang-kadang hasrat unutk lebih mengedepankan hasrat egoisitas tidak dapat dihindari. Sehingga, meski memiliki niat yang baik, tapi unsure konflik memang mungkin akan selalu muncul. Karena selain akal, kita juga diberi hasrat untuk mengimbangi antara damai dan konflik.

1 Komentar »

  1. antoniobandreas said,

    makasih banyak gan atas artikelnya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

huruf kecil

saya menulis sebab sering diserang perasaan ingin berada di sini, di sana, dan di mana-mana sekaligus.

ishaksalim

Just another WordPress.com site

jembatan merah

sejarah-budaya-pembangunan

kata.cerita.kita

karena tulisan itu selalu bersuara dengan tintanya, meski kita sudah tiada

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: